Khairul Fahmi Pengamat Militer : Kejanggalan Dibalik Drama Penyanderaan Pilot Susi Air

admin - Penulis Berita

Minggu, 12 Maret 2023 - 14:25 WIB

 

LINGKAR SULAWESI NEWS

Jakarta — Banyak yang belum terjawab, soal cemas sandera ini, ujar Fahmi mendesak pemerintah lebih jeli, untuk mengetahui kemungkinan mendestabilisasi Indonesia melalui drama penyanderaan di Papua.

 

“Sudah saya ingatkan ke pemerintah, dalam hal ini intelijen Polri/TNI dan BIN untuk memastikan informasi pilot yang disandera, apakah benar sandera atau bagian dari agenda sandera,” ujar Khairul Fahmi, pengamat militer, Minggu (12 Maret 2023).

Menghadapi permasalahan ini, kita perlu mendorong pemerintah untuk menyelidiki siapa sebenarnya pilot Philips. Mulai dari asal – usul sampai proses dirinya dapat akses bekerja di maskapai Susi Air.

 

Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menilai, salah satu keanehan yang paling menonjol adalah foto dan video pilot Philips yang disandera tampak terlihat masih segar bugar dan tidak tampak tertekan.

 

“Kita dapat bandingkan dengan foto atau video korban penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok teroris lain semisal ISIS yang korbannya tampak lesu dan tertekan,” ujar Fahmi tentang penyanderaan pilot maskapai Susi Air, Philips Mark Methrtens saat ini telah memasuki satu bulan lebih.

 

Sebelumnya, Philips disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya setelah pesawat yang dipilotinya dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan.

 

Saat itu, pesawat tersebut mengangkut lima penumpang yang merupakan orang asli Papua (OAP).

 

Pemerintah melalui aparat TNI-Polri masih mencari cara agar dapat segera membebaskan pilot asal Selandia Baru tersebut dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan dampak lanjut bagi stabilitas dan keamanan masyarakat.

 

“Saya setuju dengan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono yang menyatakan bahwa upaya pembebasan terus menerus dilaksanakan.

 

Namun dilakukan dengn kehati – hatian yang tinggi agar tidak berdampak ke keselamatan masyarakat,” kata Fahmi.

 

“Karena pilot yang disandera, bagaimanapun harus dikeluarkan dari kelompok kriminal bersenjata,” ujar Fahmi setuju dengan Panglima TNI melakukan operasi penegakkan hukum.

 

“Kita patut mengapresiasi kecermatan dan kehati – hatian Panglima TNI dalam menghadapi dugaan penyanderaan ini.

 

Karena kesalahan sedikit saja pada penanganan masalah ini dapat berdampak luas pada kondisi di tanah Papua, terutama dari segi politik dan keamanan,” tutur Fahmi.

 

Menjadi trending topik perbincangan di dunia maya, memang tidak adanya upaya dari keluarga pilot Philips untuk mencari informasi dan menuntut pemerintah Indonesia segera membebaskan yang bersangkutan.

 

Padahal, pada umumnya pada setiap kasus penyanderaan yang melibatkan warga asing, keluarganya akan segera mencari informasi dan menuntut segera dibebaskannya korban.

 

Keanehan selanjutnya adalah adanya dugaan pelanggaran jalur penerbangan pesawat yang dipiloti Philips.

 

Dimana sharusnya pesawat tersebut mendarat di tempat lain di Nduga, bukannya di Paro yang jauh dari jangkauan pasukan TNI.

 

Dan yang terakhir adalah kejanggalan adanya desakan dari beberapa pihak yang menuntut Panglima TNI untuk melakukan operasi militer.

 

Jika dilihat bahwa pelaku penyanderaan adalah KKB, maka mestinya ini tanggung jawab Polri atau Menkumham untuk menyelesaikannya.

 

Dan bila dipaksakan, maka unsur TNI Setingkat Korem sudah cukup untuk melaksanakan operasi tersebut.

 

Dari beberapa keanehan dan kejanggalan tersebut masyarakat patut curiga dan menduga bahwa penyanderaan tersebut merupakan sesuatu yang telah diskenariokan sebelumnya.

 

“Hal tersebut tentunya untuk menguntungkan posisi KKB Papua serta merugikan NKRI di dunia internasional, terutama dalam isu Papua,” kata Fahmi.

 

Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana Selandia Baru yang menekan pemerintah Indonesia agar melakukan operasi pembebasan secara damai dan tanpa kekerasan.

 

Serta menawarkan agar negara tersebut dapat menerjunkan pasukan dan melaksanakan operasi pembebasan untuk pilot Philips.

 

Patut diduga pula bahwa drama penyanderaan pilot Philips merupakan skenario untuk menekan posisi Indonesia di panggung internasional agar mengikuti kemauan negara tertentu dan kelompoknya.

 

Sedangkan KKB Papua yang digunakan sebagai alat akan mendapat keuntungan besar dengan drama penyanderaan ini. Karena hal ini mau tidak mau akan memaksa mata dunia untuk memperhatikan Papua.

 

Hal tersebut dapat digunakan untuk memanen dukungan internasional demi tercapainya cita – cita memerdekakan diri dari Indonesia.

 

Tentunya kita tidak mau pengalaman seperti Timor Leste terulang lagi di Tanah Papua.

 

Apapun yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini TNI dan Polri dalam menangani drama penyanderaan ini hendaknya tetap harus berhati-hati.

 

Jangan sampai intervensi asing masuk ke Tanah Papua dan menjadi titik tolak mengobrak – abrik kedaulatan NKRI

Berita Terkait

Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Hery Puranto Pimpin Sertijab Waasrenum Panglima TNI
Keseruhan Lomba Perahu mini Di Kampung Nelayan ujung Kassi Kelurahan Barombong.
Shalat IED Di Makodam I/Bukit Barisan Wujudkan Kasih Sayang Antara TNI Dan Rakyat
Kasad Hadiri Pemberangkatan Satgas BGC Konga XXXIX-E dan Kizi Konga XX-T Monusco
Murid SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Ramaikan Karnaval Ramah Lingkungan F8 2023
Panglima TNI Latsitarda Melatih Sinergitas Dan Soliditas Taruna Wreda
Pelayananan Kesehatan Dari Satgas Yonif Raider 200/BN di Kampung Kekey
Kasum TNI Hadiri Rapat Persiapan Memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 Februari 2023 - 21:28 WIB

Rapat Koordinasi (Rakor)Bahas Hingga Kelancaran Pemilu 2024 Mendatang

Senin, 27 Februari 2023 - 15:13 WIB

Sambut HUT Ke 71 Korps Hukum Angkatan Darat Kumdam XII/Tpr melaksanakan Ziarah Rombongan ke Taman Makam Pahlawan

Rabu, 3 Mei 2023 - 23:45 WIB

Menteri Pertahanan Prabowo Kunjungan Kerja Ke Yogyakarta Sampaikan Pesan Presiden Agar TNI Selalu Dekat Rakyat Dan Menyatu Dengan Polri 

Kamis, 23 Maret 2023 - 21:40 WIB

Dandim 1016/Plk Hadiri Peresmian Pasar Wadai Ramadhan 1444 H Bersama Walikota Palangka Raya

Selasa, 14 Februari 2023 - 13:42 WIB

DPRD Kota Makassar Menerima Kunjungan Komisaris PT.Pelindo dan Regional Head 4 Pelindo

Rabu, 19 April 2023 - 18:03 WIB

Perketat Pengamanan Jalur Tikus Jelang Idul Fitri Lima Orang Palang Merah Indonesia Non Prosedural Diamankan Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty

Senin, 15 Mei 2023 - 23:40 WIB

Kasi Trantib Drs Muh Basith Bacakan Amanah Camat Ujung Pandang pada Upacara Bendera

Minggu, 7 Mei 2023 - 22:15 WIB

Camat Ujung Pandang Pamerkan Lorong Wisata Harderslev ke Sejumlah Tamu Di Event MNEK 2023

Berita Terbaru